Rumah Istirahat

Rumah Istirahat

Minggu, Januari 18, 2009

SeLamat JaLan Kakek-qu TerCinta

Inilah kehidupan, dan ini pasti akan terjadi, dan semua org pasti akan mengalami hal ini.

Tidak ada yang menyangka bahwa lebaran kemaren adalah saat terakhir bertemu kakekqu. Aq masih melihat keceriaan di wajahnya, simpul senyum yang coba di buat demi anak cucunya. Waktu itu aq sudah merasa sedikit aneh dengan perangai kakekku yg agak menjadi pendiam Beliau terkesan memaksakan tawa, mencoba akrab, dan sekedar menahan sesuatu hanya untuk bisa menyapa. Ketika pertama ketemu dirumahnya, aq sempat mencium tangannya. Sekedar berkata basa basi layaknya cucu kepada kakeknya. tanpa keluhan apapun, tetap semangat dalam bekerja.



Di umurnya yg ke-86Th, tadi malam Minggu 18 January 2009 23.45wib, di rumahnya di JL.Raya Malingping, Banten, Beliau telah meninggalkan Kami semua. Kakek..semoga arwahmu diterima disisiNya, semoga semua amal ibadahmu diterima, semoga semua dosamu di ampuni Allah SWT, semoga akan lahir prinsip2 hidupmu yang telah bersemayam mengikuti jasadmu, semoga apa yang kamu capai bisa berguna unutk anak cucumu.


Ya Allah...terima amal ibadah kakeku ini, ampunilah semua dosa2nya, berikan tempat yang layak untuknya disisimu, jangan biarkan kakekku ini merasakan hawa api neraka, jangan biarkan kakekku ini merasakan siksamu yang amat pedih, berikan kebahagiaan kepadanya, karena hanya Engkaulah yang bisa memberikan semua itu.
Ya Allah...apapun yang terjadi di dunia ini, tidak lain karena kehendakmu, maafkan kami bila kami telah menyia-nyiakannya. maafkan kami karena kami tidak bisa menjadi yang terbaik buatnya. Kakek...Maafkan kami...Kami sudah memberi maaf buatmu.
Terima Kasih Kek untuk semua

Selamat jalan ya Kek...I love U...

-Amie, Nita, Jya-

Rabu, Januari 14, 2009

YearLy Meeting RancangImaji






Test..... (sedang perbaikan)

Minggu, Januari 11, 2009

LuRi AFI 2005


Ya Ampun meskipun aq ga kenal.... Innalillahi Wainna Ilaihi rajiun......

Luri AFI 2005, cewek wakil dari surabaya ini telah kembali kepada sang pencipta. sedih rasanya, ketika mendengar juara ke-5 afi 2005 ini harus tiada, padahal aq tau banget perjalanan anak2 Afi 2005. kabarnya ini telah mengingatkan kembali akan suara merdunya yang powerfull.

inilah siklus kehidupan, siapapun akan menjadi bagian dari siklus yang terus berjalan. pelantun lagu "dengarlah" ini telah membuat kita mendengar kembali, tentang rasa cinta seorang ibu, yang meninggal setelah memberikan kehidupan baru di dunia. (klo ga salah baru melahirkan anak pertamanya, terakhir ngeliat Luri manggung di Indosiar, waktu pas barengan sama Indri yg bokapnya meninggal, barengan sama suaminya juga, yg seangkatan sama luri juga waktu di Afi (Arjuna) "semoga tabah ya Arjuna"
biarpun dia telah tiada, tapi tetap yakinlah, kenangan terindah telah ia titipkan untuk orang-orang tercintanya. ... hidup memang sebuah tebakan yang tidak bisa terpecahkan..

(semoga keluarga yg di di tinggalkan di berikan ketabahan, dan anak yg di lahirkannya menjadi anak yg sholeh dan sholehah, amiiin...)

Wanda Windy, muncul lagi tadi di ULtahnya Indosiar, luchu2 deh tuh anak, semangat terus ya dek, kiss dari aq :-*

Selasa, Januari 06, 2009

If We Having 4 wifes

Dahulu kala...
Ada seorang raja yang mempunyai 4 isteri.

Raja ini sangat mencintai isteri keempatnya dan selalu menghadiahkannya pakaian-pakaian yang mahal dan memberinya makanan yang paling enak. Hanya yang terbaik yang akan diberikan kepada sang isteri.

Dia juga sangat memuja isteri ketiganya dan selalu memamerkannya ke pejabat-pejabat kerajaan tetangga. Itu karena dia takut suatu saat nanti, isteri ketiganya ini akan meninggalkannya.

Sang raja juga menyayangi isteri keduanya. Karena isterinya yang satu ini merupakan tempat curahan hatinya, yang akan selalu ramah, peduli dan sabar terhadapnya. Pada saat sang raja menghadapi suatu masalah, dia akan mengungkapkan isi hatinya hanya pada isteri ke dua karena dia bisa membantunya melalui masa-masa sulit itu.

Isteri pertama raja adalah pasangan yang sangat setia dan telah memberikan kontribusi yang besar dalam pemeliharaan kekayaannya maupun untuk kerajaannya. Akan tetapi, si raja tidak peduli terhadap isteri pertamanya ini meskipun sang isteri begitu mencintainya, tetap saja sulit bagi sang raja untuk memperhatikan isterinya itu.

Hingga suatu hari, sang raja jatuh sakit dan dia sadar bahwa kematiannya sudah dekat.

Sambil merenungi kehidupannya yang sangat mewah itu, sang raja lalu berpikir, 'Saat ini aku memiliki 4 isteri disampingku, tapi ketika aku pergi, mungkin aku akan sendiri'.

Lalu, bertanyalah ia pada isteri keempatnya, 'Sampai saat ini, aku paling mencintaimu, aku sudah menghadiahkanmu pakaian-pakaian yang paling indah dan memberi perhatian yang sangat besar hanya untukmu. Sekarang aku sekarat, apakah kau akan mengikuti dan tetap menemaniku?'

'Tidak akan!' balas si isteri keempat itu, ia pun pergi tanpa mengatakan apapun lagi.

Jawaban isterinya itu bagaikan pisau yang begitu tepat menusuk jantungnya.

Raja yang sedih itu kemudian berkata pada isteri ketiganya, 'Aku sangat memujamu dengan seluruh jiwaku. Sekarang aku sekarat, apakah kau tetap mengikuti dan selalu bersamaku?'

'Tidak!' sahut sang isteri. 'Hidup ini begitu indah! Saat kau meninggal, akupun akan menikah kembali!'

Perasaan sang rajapun hampa dan membeku.

Beberapa saat kemudian, sang raja bertanya pada isteri keduanya, ' Selama ini, bila aku membutuhkanmu, kau selalu ada untukku. Jika nanti aku meninggal, apakah kau akan mengikuti dan terus disampingku? '

'Maafkan aku, untuk kali ini aku tidak bisa memenuhi permintaaanmu! ' jawab isteri keduanya. 'Yang bisa aku lakukan, hanyalah ikut menemanimu menuju pemakamanmu. '

Lagi-lagi, jawaban si isteri bagaikan petir yang menyambar dan menghancurkan hatinya.

Tiba-tiba, sebuah suara berkata:

'Aku akan bersamamu dan menemanimu kemanapun kau pergi.' Sang raja menolehkan kepalanya mencari-cari siapa yang berbicara dan terlihatlah olehnya isteri pertamanya. Dia kelihatan begitu kurus, seperti menderita kekurangan gizi.

Dengan penyesalan yang sangat mendalam kesedihan yang amat sangat, sang raja berkata sendu, 'Seharusnya aku lebih memperhatikanmu saat aku m asih punya banyak kesempatan!'

Dalam realitanya, sesungguhnya kita semua mempunyai '4 isteri' dalam hidup kita....

'Isteri keempat' kita adalah tubuh kita. Tidak peduli berapa banyak waktu dan usaha yang kita habiskan untuk membuatnya terlihat bagus, tetap saja dia akan meninggalkan kita saat kita meninggal.

Kemudian 'Isteri ketiga' kita adalah ambisi, kedudukan dan kekayaan kita.
Saat kita meninggal, semua itu pasti akan jatuh ke tangan orang lain.

Sedangkan 'isteri kedua' kita adalah keluarga dan teman-teman kita. Tak peduli berapa lama waktu yang sudah dihabiskan bersama kita, tetap saja mereka hanya bisa menemani dan mengiringi kita hingga ke pemakaman.

Dan akhirnya 'isteri pertama' kita adalah jiwa, roh, iman kita,

yang sering terabaikan karena sibuk memburu kekayaan, kekuasaan, dan kepuasan nafsu.
Padahal, jiwa, roh, atau iman inilah yang akan mengikuti kita kemanapun kita pergi.

Jadi perhatikan, tanamkan dan simpan baik-baik dalam hatimu sekarang!
Hanya inilah hal terbaik yang bisa kau tunjukkan pada dunia.


Let it Shine!

Senin, Januari 05, 2009

Jakarta Yogyakarta Jakarta


Akhirnya sampai Jakarta lagi deh, lapang siy tadi jalanan menuju rumah.. ga kaya biasanya yg slalu kena macet. Arah balik dari Yogyakarta menuju Jakarta juga lancar, ga kaya kemaren (kamis 25 Desember) Jakarta – Jogja kena macet sampe 3jam-an, dari Jakarta jam 12siang sampe Jogja jam 3pagi (kurang dikit). Langsung makan gudeg di deket2 Tugu dengan suasana ngamparan gituh makannya, setelah seharian melewati jalan Subang – Sumedang – Cirebon – Losari – Tegal – Pekalongan – Pemalang 9ya begituh de

h sekiranya, mudah2an ga kebalik urutannya) :-D (pengen tahu sumedang yg asli lagi, enak, ga kopong yg kaya ada di Jakarta)


Hari Pertama di Jogja adalah…. Berhubung tadi pagi baru tidur jam-5an jadi bangunnya ksiangan, baru bangun jam 9-10pagi, beres2, rapih2 (sempat kesalon siy nyuci-blow rambut, berhubung rumahnya depannya salon :-P), selesai2 harus lunch, lunch hari pertama adalah di resto Soto Angkring di Jl.Kejayan, sumpah murah banget makan2an di Jogja, uda makan banyak menu, tetap aja, ktika di total2 tetep murah.

Dari lunch, balik kerumah dulu, ambil barang2 yg harus di bawa, rencana-nya mau ke PaRis alias Parangtritis (pantai), dari rumah di Wahid Hasyim menuju Paris menempuh perjalanan sekitar 1½Jam, pake nyasar segala siy yg ngater(muter2) Jadi lama deh, tapi sempat lihat sunset kok, bagus banget pantainya, ga ada turis luar, kbanyakan turis dalam (alah bahasanya, apa coba turis luar turis dalam) masuk pantainya juga murah Cuma 4org di tambah 2motor Cuma 8rb (murahkan?ga kaya ancol 4org 2motor bias 60rb-an, di Jakarta duit memang ga ada artinya, di Jogja duit seribu aja berharga bgt)

Abis narsis2an, udah pada basah di pantai, udah ganti baju, udah ngopi2 di kedai-nya, melanjutkan perjalanan. malamnya ke Malioboro, belanja2, a

mppun deh, ramainya, sampe ga bisa jalan

, dari mulai delman,

becak, sepeda sampe yang bawa mobil juga pada ngantri buat ke luar ke jalan Malioboro – Kraton.

Di lanjutkan makan malam Nasi Rebusnya di Wahid Hasyim (udah pernah belum? 1porsinya 7rb tapi bisa di makan 3org, banyak bgt sampe munjung, aq aja pilih setengah, itupun ga abis, masih sisa, klo ke jogja jgn lupa cobain ya :-D)


Hari Ke-2 di Jogja, masih sama, ksiangan lagi bangunnya, semalam nobrol2nya samape malam, jadi tidurnya malam bgt, Makan siang di warung2 deket rumah, lagi2 amazing sama harga makanan yg udah gw makan, murah bgt, Lanjut siap2 menuju ke Candi Prambanan, dari tempat tinggal menuju kesana hanya 1jam, Panas banget, masuknya per-org dikenakan biaya Rp.12.500/orgnya lumayan mahal juga, padahal Cuma liat2 candi aja, kemaren juga kurang beruntung, ga semua candi bias di masuki, ada beberapa yg sedang di perbaiki akibat gempa kemarin, oleh2nya juga harganya murah2 di sana.

Dari Prambanan, nongkrong di kraton Alun-alun kidul (org sana siy nyebutnya alkid) rame bgt, pada ngampar tiker sambil jajan tempura, harganya juga masih sama, murah2 makanannya.

Sebelum makan malam pulang dulu, badan udah pada lengket, mala mini makan malamnya di Xtra Hot Resto di Jl.Kaliurang, masih sama murah juga makanannya, rasanya juga lumayan enak, trus lanjut beli duren di Colombo, klo duren sama aja harganya kaya di Jakarta (mahal) kehujanan, jadi agak pusig dikit, abis pada makan duren ngobrol2 aja d rumah sampe jam 12-an malam.


Hari ke-3nya bangun tidur langsung ke salon pijit2, kaki pada pegel abis jalan2 kemaren, trus sorenya beli oleh2 di Jl. Aip Ks.tubun namana oleh2nya “Bakpia Patok 25” rame bgt yg belin

ya, kata temenqu siy ini bakpia yg paling enak di Jogja, kurang tau juga deh, mngkin iya juga kali ya, malamnya makan nasi kucing di S

tasiun Tugu, samanya Rame pada ngampar di trotoar

jalan. Yg pasti masih murah harganya.


Aq akan kembali lagi ke Jogja, pasti aq kangen dengan makanannya yg murah2 itu. :-)







Senin, Desember 22, 2008

Makan-makan di SEGARRA - Ancol

SEGARRA – Ancol

Akhirnya sampe juga di Segarra – Ancol – Jakarta yg pastinya, setelah melewati kemacetan yang ada di jalan raya Jakarta sekitarnya, 1½ jam dari kantorqu jam 6sore di daerah Fatmawati – Jakarta Selatan sampe jam 19.30wib ke Ancol – Jakarta Utara.

Tapi kebales deh rasa pegelnya sama suasana yang ada di Seggara – Ancol, suasananya sangat2 romantis, apalagi klo ke situ sama pacar (gubrak, menghayal) hehehe…, klo lebih siang lebih bagus banget niy, pemandangannya, apalagi klo sore menjelang matahari terbenam, bias lihat sunset.

Jarang2 pergi sama team di kantor sampe sejauh ini, terkecuali keluar kota, “ada acara apa siy ke Seggara? Iya niy, sebenarnya mau kumpul2 sama teman2 kantor, tapi sayang ada beberapa yg ga ikut, To the point aja niiy, “horeeee!! Dapet bonus tahunan, barusan aja di suruh geser dikit ke bangku depan GM, ternyata kertas kecil, minta di tandatangani”


Ini loh kertas kecil yg harus ditandatangani, smilee :-D

Aq pesan Grilled Salmon sama Lemon Squash, nyam…nyam…nyam….enak…..
(gratisss :-P).


Grilled Salmon.

Emang ya, org2 jaman sekarang klo ga narsis ga hidup, liat aja dari Dir sampe GM sampe Staff, ga mau melewatkan moment foto2 alias narsis2an… Gaya siy udah model banget, tinggal teken kontrak jadi model benerannnya aja belum dapet.

Berpose “my Dir n GM” Cherrss……(umi,sarah,amie,ola,yuni)


Suasana makan-makan. Muka kekenyangan.


“Cantikkan GM-qu” masih single-loh….(depan Pantai) Ngebelakangin pantai.

Udah makan, udah foto2 pula, sekarang pulang, (udah bayar juga yg pastinya) udah jam 10an malam, besok masih harus ngantor lagi, termaksih…mba.ola(My Dir.)

Foto2 dulu lagi deh, sebelum keluar SEGARRA…hehehe…..(teteup…)see U….


Terimakasih…. Thanks…

Selasa, Desember 16, 2008

PEMETIK DAUN TEH


Hamparan hijau daun teh itu telah menunggu para pemetiknya. Perkebunan teh ini biasanya terletak di dataran tinggi, di pinggang gunung dengan ketinggian antara 800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Curah hujan relatif tinggi dengan rata-rata suhu berkisar 18-23 derajat Celcius. Apa arti semua data topografi ini? Data-data itu menunjukkan bahwa perkebunan teh itu selalu di dataran yang terjal, dingin dan kaya akan kabut tebal.

Para pemetik teh ini berkisar antara 15 sampai 20 orang yang dihimpun dalam satu grup. Tugasnya hanya memetik daun teh pada bagian atasnya saja, kemudian daun-daun tersebut dimasukkan ke dalam keranjang yang ditaruh di belakang tubuhnya.


Di tempat seperti inilah para pemetik teh bekerja setiap harinya. Hari usai mentari terbit, pukul enam pagi mereka pergi hingga menjelang ashar. Di pundak merekalah pabrik-pabrik teh meletakkan target produksinya. Pemetik teh itu tulang punggung produksi teh nasional kita. Namun, seperti petani dan juga nelayan, kemapanan ekonomi mereka tak pernah baik. Penghasilan para pemetik teh, rata-rata adalah tamatan sekolah dasar, dan yang bekerja sekadar untuk membantu keluarga atau para suami masih bertengger di bawah upah minimal.

Seperti apa pekerjaan mereka sesungguhnya? Sederhana tapi cukup berat! Memetik teh harus memahami seluk beluk pertumbuhan tunas teh dan cara memetik yang benar. Teknik petik yang salah akan berpengaruh terhadap target produksi setiap bulannya. Ambil contoh, area perkebunan seluas 500 hektar, siklus petiknya rata-rata sepuluh hari sekali. Artinya, setiap hari area lahan yang harus dipetik seluas 50 hektar. Target petik seluas itu harus tercapai, jika tidak, risikonya pucuk teh mekar atau menjadi tua, dan kualitas turun. Jika ditunda, pemetik the ini harus siap lembur. Pekerja yang sederhana ini tampaknya harus berhadapan dengan deadline. Para pemetik teh ini harus bekerja tuntas, dan deadline itu ternyata bukan cuma milik mereka yang bekerja di kantor berAC.

Tantangan untuk menuntaskan pekerjaan bukan cuma luas area petik. Para pemetik daun Teh ini ini harus menerobos dinginnya embun dan kabut pagi, dan bekal mereka rata-rata sekeping gula Jawa untuk menangkal rasa lapar dan dahaga selama bekerja. Terlebih saat musim hujan, pemetik harus benar-benar tegar. Jika harus menggunakan pisau petik, dinginnya udara bisa membuat jari-jari teriris tanpa terasa. Mereka harus bekerja di dalam kabut, terpaan angin, dan dengan pakaian basah kuyup, tentu saja ini membuat ngilu tulang belulang mereka. Para pemetik tetap harus mengejar target area petik.

Gangguan lain yang harus dihadapi selama memetik teh adalah ribuan pacet, semacam lintah kecil saat musim hujan; ulat matahari yang gatal dan panas yang biasanya ngendon di tanaman teh yang tua; serbuan lebah serta ulat kaji yang menjijikkan. Tetapi para pemetik teh ini tak surut bekerja, mereka lebih memilih perkebunan teh ketimbang duduk termangu di rumah.


Lokasi: Perkebunan Teh Gunung Mas, Puncak Bogor
Kamera: Sony (Cybershot – DSC W35)

Apperture: F/2.8
Speed: 1/40 s
ISO: 100



-Amie Sutedjo-